Bertumbuh dari aktivitas masyarakat yang mengandalkan kebersamaan, pertanian, dan perdagangan lokal.
Nilai gotong royong, ketertiban sosial, dan penghormatan pada tradisi tetap menjadi bagian penting desa.
Perkembangan infrastruktur, layanan pemerintahan, dan informasi publik dilakukan secara bertahap.
Sejarah desa menjadi pijakan untuk menjaga karakter wilayah sambil menyesuaikan kebutuhan masa kini.
Tambahkan gambar sejarah desa melalui panel admin untuk memperkaya dokumentasi visual halaman ini.
Informasi sejarah desa disusun untuk memperkenalkan latar tumbuhnya wilayah, kehidupan masyarakat, dan nilai yang dijaga bersama.
Sebagian masyarakatnya masih mengaplikasikan paham Hindu dengan mempercayai kebendaan yang tidak berdaya, namun saat itu para Ulama peka terhadap lingkungan dan mendirikan Pesantren ( Karang Sari RT 03/RW 01 / Blok Awi ), yang Pengasuh Utamanya Ajengan MUHAJI hingga wafat, dan penerusnya adalah Ajengan FAHRUROJI. Selang beberapa puluh tahun Pesantren dipindahkan ke Cikole karena tempatnya cukup Strategis.
Pada saat itu untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat mengambilnya dari mata air yang tanahnya milik H. SOLEH dengan diatasnya Pohon JULANG. Melihat kegiatan tersebut H. SOLEH membuat Sumur agar lebih terjaga kebersihannya. Manakala aroma Hindu masih merasuk disebagian masyarakat, Pohon JULANG ( sekarang RT 06/02 Dusun Desa ) dan Batu Besar di Ciloa ( saat ini termasuk wilayah Desa Sukahaji ) dijadikan tempat Pemujaan apabila akan mengadakan hajatan seperti Khitanan ; Pernikahan dan lain-lain.
Membaca realita tersebut seorang Ngabihi ( Wakil Kuwu ) bernama WANGSADINATA, gelisah, dengan gagah beraninya beliau menebang Pohon JULANG sampai keakar-akarnya dan menghancurkan Batu Besar berkeping-keping.
Dari sumber tersebut, maka Desa Cijulang berasal dari Ci = Cai ( Air ), Julang = ( Pohon Julang ) dan akhirnya para Tokoh serta segenap masyarakat menyebutnya daerah ini menjadi Desa Cijulang.
Pada abad ke 19 ( Tahun 1886 ) telah ada Jabatan KETIB ( Kalau sekarang disebut Kepala KUA ) dijabat oleh HASAN ASYHARI dan sebagai Kuwu pada saat itu adalah MUHAMMAD HAMAMI. Kedua Tokoh tersebut sangat bersinergis dalam melaksanakan pembangunan disetiap bidang. Jabatan Kuwu pada saat itu dipilih oleh rakyat dengan masa bakti sampai akhir hayat dan hal ini berlaku hingga masa Kuwu H. AMIR ADIWARSITA.
Batas wilayah Desa Cijulang pada saat itu, sebelah Utara Cikole ; Selatan Cianda ; Timur Cikadongdong dan di Barat Sungai Citanduy serta Mata Pencahariannya dari bertani. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk konsekwensinya areal pesawahan mulai berkurang dan imbasnya pada tahun 1952 terjadi Urbanisasi, karena untuk mencari dan atau menutupi kebutuhan hidupnya.
Memasuki tahun 1980 Pemerintah Kabupaten mengadakan pertemuan dengan Kecamatan ; Desa ; dan Tokoh Masyarakat, maka dibentuklah Panitia Pemekaran Desa yang Ketuanya KH. DJEDJE DJAENUDIN. Pada tahun 1982 Desa Cijulang terbagi menjadi 2 ( dua ) wilayah yaitu : Desa Cijulang dan Desa Sukahaji, kemudian pada tahun 1984 dibentuk Kamantren Sukanagara yang sebagai Kepalanya bernama JAHIDI, Kantornya didirikan diatas tanah Kalungguhan Juru Tulis Desa Cijulang yang kini berlokasi di Desa Sukahaji.
Usia Kamantren tidak panjang ( 1984 – 1998 ) karena fungsinya tidak begitu besar, maka Kamantren ditiadakan dan dikembalikan ke Kecamatan Cihaurbeuti. Menurut sumber pada masa Kolonial Belanda, Kantor Kecamatan berada di Cijulang yang bernama Kecamatan Cijulang, namun dengan pertimbangan saat itu, Kolonial Belanda memindahkan Kantor Kecamatan ke Cihaurbeuti dan menggantinya menjadi Kecamatan Cihaurbeuti . Hal ini disebabkan agar tidak ada 2 ( dua ) kecamatan yang sama namanya dengan Kecamatan Cijulang Pangandaran
Berikut nama-nama Kepala Desa Cijulang adalah :
|
NO |
NAMA |
TAHUN |
KETERANGAN |
|
1. |
R.Mohammad Hamami |
1886 |
Abad 18 |
|
2. |
R. Odi |
|
Zaman Revolusi |
|
3. |
R. Eto Nitikusumag |
|
Jepang – Belanda Zaman Agresi II |
|
4. |
R. H. Darja |
|
Zaman Orde Lama |
|
5. |
H. Amir Adiwarsita |
1951 - 1971 |
|
|
6. |
Marko |
1971 - 1979 |
|
|
7. |
Eman Sulaeman |
1979 - 1982 |
|
|
8. |
Daud |
1982 – 1984 |
|
|
9. |
Odang Abdul Kosim |
1984 – 1995 |
|
|
10. |
Dian Gandiana |
1995 - 1998 |
|
|
11. |
Asep Kholid Fajari |
1998 - 1999 |
PJS |
|
12. |
Nanan Supriadi |
1999 - 2003 |
|
|
13. |
Endang Sutisna |
2003 – 2004 |
PJS |
|
14. |
H. Yaya Mulyadi |
2004 - 2010 |
|
|
15. |
Jejen Taupik |
2010 - 2016 |
|
|
16. |
Daryono Hasan Arif, S.Pd. |
2016 - 2022 |
|
|
17. |
Endang Hidayat, ST. |
2022 - 2030 |
|