Profil Desa Informasi Dasar Konten tersedia

Sejarah Desa

Akar Desa

Bertumbuh dari aktivitas masyarakat yang mengandalkan kebersamaan, pertanian, dan perdagangan lokal.

Identitas

Nilai gotong royong, ketertiban sosial, dan penghormatan pada tradisi tetap menjadi bagian penting desa.

Perubahan

Perkembangan infrastruktur, layanan pemerintahan, dan informasi publik dilakukan secara bertahap.

Pembelajaran

Sejarah desa menjadi pijakan untuk menjaga karakter wilayah sambil menyesuaikan kebutuhan masa kini.

Gambar sejarah desa belum tersedia

Tambahkan gambar sejarah desa melalui panel admin untuk memperkaya dokumentasi visual halaman ini.

Riwayat Perkembangan Desa

Informasi sejarah desa disusun untuk memperkenalkan latar tumbuhnya wilayah, kehidupan masyarakat, dan nilai yang dijaga bersama.

Diperbarui 13/05/2026 21:13

Sejarah sebelum nama Cijulang ada, daerah ini terbagi menjadi 2 ( dua ) yaitu, Kampung Babakan Jawa ( dari Aula dan Kantor Desa ke Utara ) dan Kampung Pukes ( dari Rumah Mantan Kuwu H. Amir ke Selatan ). Wilayah tersebut merupakan areal pertanian yang luas dan subur, adapun Kalungguhan ditanami tebu ( Blok Bunut ).

Sebagian masyarakatnya masih mengaplikasikan paham Hindu dengan mempercayai kebendaan yang tidak berdaya, namun saat itu para Ulama peka terhadap lingkungan dan mendirikan Pesantren ( Karang Sari RT 03/RW 01 / Blok Awi ), yang Pengasuh Utamanya Ajengan MUHAJI hingga wafat, dan penerusnya adalah Ajengan FAHRUROJI.  Selang beberapa puluh tahun Pesantren dipindahkan ke Cikole karena tempatnya cukup Strategis.

Pada saat itu untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat mengambilnya dari mata air yang tanahnya milik H. SOLEH dengan diatasnya Pohon JULANG. Melihat kegiatan tersebut H. SOLEH membuat Sumur agar lebih terjaga kebersihannya. Manakala aroma Hindu masih merasuk disebagian masyarakat, Pohon JULANG ( sekarang RT 06/02 Dusun Desa ) dan Batu Besar di Ciloa ( saat ini termasuk wilayah Desa Sukahaji ) dijadikan tempat Pemujaan apabila akan mengadakan hajatan seperti Khitanan ; Pernikahan dan lain-lain.

Membaca realita tersebut seorang Ngabihi ( Wakil Kuwu ) bernama WANGSADINATA, gelisah, dengan gagah beraninya beliau menebang Pohon JULANG sampai keakar-akarnya dan menghancurkan Batu Besar berkeping-keping.

Dari sumber tersebut, maka Desa Cijulang berasal dari Ci = Cai ( Air ), Julang = ( Pohon Julang ) dan akhirnya para Tokoh serta segenap masyarakat menyebutnya daerah ini menjadi Desa Cijulang.

  1. Terbentuknya Desa Cijulang

Pada abad ke 19 ( Tahun 1886 ) telah ada Jabatan KETIB ( Kalau sekarang disebut Kepala KUA ) dijabat oleh HASAN ASYHARI dan sebagai Kuwu pada saat itu adalah MUHAMMAD HAMAMI. Kedua Tokoh tersebut sangat bersinergis dalam melaksanakan pembangunan disetiap bidang. Jabatan Kuwu pada saat itu dipilih oleh rakyat dengan masa bakti sampai akhir hayat dan hal ini berlaku hingga masa Kuwu H. AMIR ADIWARSITA.

Batas wilayah Desa Cijulang pada saat itu, sebelah Utara Cikole ; Selatan Cianda ; Timur Cikadongdong dan di Barat Sungai Citanduy serta Mata Pencahariannya dari bertani. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk konsekwensinya areal pesawahan mulai berkurang dan imbasnya pada tahun 1952 terjadi Urbanisasi, karena untuk mencari dan atau menutupi kebutuhan hidupnya.

Memasuki tahun 1980 Pemerintah Kabupaten mengadakan pertemuan dengan Kecamatan ; Desa ; dan Tokoh Masyarakat, maka dibentuklah Panitia Pemekaran Desa yang Ketuanya KH. DJEDJE DJAENUDIN. Pada tahun 1982 Desa Cijulang terbagi menjadi 2 ( dua ) wilayah yaitu : Desa Cijulang dan Desa Sukahaji, kemudian pada tahun 1984 dibentuk Kamantren Sukanagara yang sebagai Kepalanya bernama JAHIDI, Kantornya didirikan diatas tanah Kalungguhan Juru Tulis Desa Cijulang yang kini berlokasi di Desa Sukahaji.

Usia Kamantren tidak panjang ( 1984 – 1998 ) karena fungsinya tidak begitu besar, maka Kamantren ditiadakan dan dikembalikan ke Kecamatan Cihaurbeuti. Menurut sumber pada masa Kolonial Belanda, Kantor Kecamatan berada di Cijulang yang bernama Kecamatan Cijulang, namun dengan pertimbangan saat itu, Kolonial Belanda memindahkan Kantor Kecamatan ke Cihaurbeuti dan menggantinya menjadi Kecamatan Cihaurbeuti . Hal ini disebabkan agar tidak ada 2 ( dua ) kecamatan yang sama namanya dengan Kecamatan Cijulang Pangandaran

Berikut  nama-nama Kepala Desa Cijulang adalah :

NO

NAMA

TAHUN

KETERANGAN

1.

R.Mohammad Hamami

1886

Abad 18

2.

R. Odi

 

Zaman Revolusi

3.

R. Eto Nitikusumag

 

Jepang – Belanda

Zaman Agresi II

4.

R. H. Darja

 

Zaman Orde Lama

5.

H. Amir Adiwarsita

1951 - 1971

 

6.

Marko

1971 - 1979

 

7.

Eman Sulaeman

1979 - 1982

 

8.

Daud

1982 – 1984

 

9.

Odang Abdul Kosim

1984 – 1995

 

10.

Dian Gandiana

1995 - 1998

 

11.

Asep Kholid Fajari

1998 - 1999

PJS

12.

Nanan Supriadi

1999 - 2003

 

13.

Endang Sutisna

 2003 – 2004

PJS

14.

H. Yaya Mulyadi

2004 - 2010

 

15.

Jejen Taupik

2010 - 2016

 

16.

Daryono Hasan Arif, S.Pd.

2016 - 2022

 

17.

Endang Hidayat, ST.

2022 - 2030

 

WhatsApp